3 Tipe Batik yang Wajib Diketahui

184 Views

Selamat Hari Batik Nasional!

Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober ini adalah hari dimana Batik telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) di tahun 2009. Sejak itu, kecintaan dan kepopuleran Batik meningkat di Indonesia dan di negara-negara asin di dunia. Sebagai salah satu budaya asli Indonesia, Batik memiliki sejarah yang panjang bahkan sebelum adanya bukti secara tertulis. Sehingga, beberapa orang berargumen bahwa teknik bisa jadi asli dari Indonesia atau bawaan dari India atau Sri Lanka. Kata Batik sendiri berasal dari bahasa Jawa amba, yang berarti menulis, dan titik.

Mayoritas batik dikembangkan di Pulau Jawa dengan beragam arti dan maksud pemakaian tergantung motif dan warna yang digunakan. Namun, di pulau-pulau lain pun juga terdapat Batik dengan corak dan warna yang berbeda karena pengaruh budaya lokal, seperti perngaruh perdagangan. Akulturasi Batik sendiri masih berlangsung di Indonesia sampai saat ini baik dalam nuansa tradisional atau modern.

Berdasarkan motif dan warna umum, batik di Pulau Jawa dibedakan menjadi Batik “Pedalaman” dan “Pesisir”. Berikut dua tipe batik tersebut, dilengkapi dengan contoh batik di luar Pulau Jawa.

 

1. Batik Pedalaman

Batik Pedalaman, terutama yang berasal dari Yogyakarta dan Surakarta, dianggap menjadi batik tertua di Pulau Jawa sejak masa Kerajaan Mataram. Lebih tidak terpengaruh oleh budaya dan agama lain, batik pedalaman memiliki warna “bumi” seperti hitam, nila, cokelat, dan sogan (berwarna cokelat kekuningan yang berasal dari pohon soga tinggi. Motif batik pedalaman berasal dari tradisi Jawa yang sangat ketat peraturan tentang bagaimana motif tersebut digambar, diwarnai, dipakai, dan sebagainya.

 

2. Batik Pesisir

Di bagian pesisir utara Pulau Jawa, akulturasi budaya terjadi karena perdagangan yang terjadi. Seperti contohnya Kota Cirebon yang memiliki budaya campuran antara Sunda dan Jawa. Namun, karena Cirebon juga menjadi pusat perdagangan melalui jalur laut, motif batik Cirebon terpengaruh oleh budaya asing dengan warna-warna yang terang. Mayoritas, batik pesisir sangat dipengaruhi oleh budaya Tiongkok dengan Burung Phoenix dan Naga-nya. Namun, batik pesisir memiliki corak awan dengan warna biru tradisional yang berbeda dengan Tiongkok yang identic dengan warna merah menyala dan kuning.

 

3. Batik Luar Jawa

Di Sumatera, Bali, dan Kalimantan, batik diperkenalkan dari Pulau Jawa atau juga karena pengembangan lokal budaya masing-masing. Sebagai contoh, Batik Benang Bintik dari Kalimantan Tengah ini memang jarang didengar karena hanya digunakan saat acara pernikahan atau upacara adat saja. Namun sekarang batik ini mulai banyak bermunculan sebagai sentuhan karya para perancang busana. Motif batik Benang Bintik ini berasal dari budaya Suku Dayak, termasuk kepercayaan Kaharingan. Corak yang sangat penting dalam motif ini adalah Pohon Batang Garing yang berarti pohon kehidupan.

 

 

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *