5 Tempat Prostitusi Terbaik di Dunia

145 Views

Bukan berarti kita harus datang, namun penting bagi kita untuk mengetahui info mengenai tempat prostitusi. Tempat ini selalu menjadi perdebatan dimana pun dan tak hanya di Indonesia karena tempat prostitusi selalu dekat dengan dunia malam, peraturan lokal, dan budaya yang berbeda di setiap negara. Meski begitu, tempat prostitusi juga menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik atau internasional, khususnya bagi kaum pria. Berikut lima tempat prostitusi terbaik yang ada di dunia.

5.  Reeperbahn, Hamburg – Jerman

prostitusi di jerman
PSK yang berdiri di pintu masuk Reeperbahn

Saat berkunjung ketempat-tempat prostitusi lainnya, sangatlah mudah untuk orang lain tau apa ‘maksud’ kita. Berbeda dengan di Reeperbahn karena tempat ini adalah area dunia malam yang komplit, lengkap dengan bar, restoran, bioskom, dan diskotik. Tak hanya itu, di tempat ini juga terdapat toko seks, museum sex, teater erotis, dan klub penari telanjang.

Kegiatan prostitusi di tempat ini hanya boleh dilakukan di jam-jam tertentu dan hanya di satu jalan yaitu Herbertstraße. Mayoritas harga klub penari telanjang (strip club) adalah sekitar €30 atau Rp 480.000 dan dengan minuman seharga €20 atau Rp 320.000. Untuk berduaan dengan seorang wanita malam, harga di sini juga sesuai dengan standard Eropa yaitu €50 atau sekitar Rp 800.000 (nego) untuk 15 menit saja. Sedangkan pijat plus-plus disini ditawarkan dengan harga €50-€150 atau Rp 800.000 – Rp 2.400.000 untuk per jamnya.

Namun, yang patut diperhatikan di lingkungan ini adalah orangensaft. Minuman ini adalah segelas jus jeruk yang biasanya diminta oleh seorang penari telanjang dengan maksud tawaran untuk duduk berduaan yang bisa menelan harga sebesar €20 – €40 atau Rp 320.000 – Rp 640.000.

Tahukah kamu: Reeperbahn menjadi terkenal karena band The Beatles yang di awal karir mendapatkan izin tampil di sebuah klub penari telanjang di sini. Terdapat Beatles Square di sini untuk mengenang jasa band tersebut.

Lihat juga: Gambar dan Foto Syur Panas Artis Indonesia

 

4.   Patpong, Bangkok – Thailand

prostitusi di thailand
Salah satu lorong di Patpong yang langsung bersebrangan dengan penjual souvenir.

Bicara tentang tempat prostitusi di Thailand, Patpong adalah tempat yang paling menarik bagi turis dan ekspatriat. Patpong adalah lokalisasi legal yang telah mendapat izin dari pemerintah Thailand sebagai zona hiburan malam yang menyediakan wanita hingga jam 2 dini hari. Tempat ini adalah kombinasi antara seks yang dijual dengan cindera mata yang dijual terlalu mahal dan sangat terkanal dengan aksi-aksi liar wanita telanjang. Di mayoritas klub penari telanjang, pengunjung bisa meberi tip ke meja bar untuk membawa pulang seorang wanita malam. Selain itu, ada banyak juga terdapat tempat pijat yang menjajakan service lebih. Harga di Patpong pun terbilang lebih murah dibandingkan Reeperbahn. Sebuah “pink salon” menyediakan jasa seharga $25 atau Rp 340.000.

Yang sangat perlu diperhatikan ketika bekurjung ke Patpong adalah untuk selalu menjauhi dari segala macam bentuk obat-obatan. Polisi Thailand tidak main-main soal narkoba karena polisi-polisi Thailand bekerja secara otonomi. Artinya, mereka dapat memeras turis dengan bebas dan cepat hingga melakukan kekerasan.

Tahukah kamu: Satu hal yang paling menyinggung orang Thailand adalah menunjukkan telapak kaki. Hal ini dianggap sangat menghina dan biasanya orang Thailand akan marah atau langsung mengajak berkelahi.

 

3.  Pascha, Cologne – Perancis

prostitusi di thailand
Gedung Pascha tampak depan dari luar.

Cologne adalah sebuah kota di Perancis untuk rumah bordil di gedung bertingkat pertama di Eropa yang bernama Pascha. Gedung ini dibangun di tahun 1972 dengan tujuan mengumpulkan semua bisnis prostitusi di kota tersebut dalam satu gedung. Wanita-wanita pekerjanya bisa ditemui di kamar-kamar yang disewakan atau di sepanjang loromg-lorong gedung. Pengunjung biasanya akan berkeliling dulu ke setiap ruangan dan setiap lantai untuk menemukan wanita yang pas sebelum akhirnya terjadi negosiasi harga. Yang menarik adalah beberapa wanita pekerja di Pascha juga tinggal di kamar-kamar tersebut. Pernah dengar istilah bekerja di rumah?

Harga masuk ke gedung Pascha adalah sekitar €5 atau sekitar Rp 80.000, namun harga jasa wanita tergantung tiap-tiap wanitanya. Wanita pekerja di sini memberikan harga masing-masing dan mengantongi kuntungan masing-masing pula. Meski begitu, standard Eropa tetap ada yaitu sekitar €55 atau sekitar Rp 880.000 untuk 15 menit. Untuk pengunjung yangbaru pertama kali datang diharap berhati-hati karena terdapat satu lantai khusus transeksual.

Tahukah kamu: Pascha memberikan promo bagi pria di atas 66 tahun untuk mendapatkan setengah harga selama siang hari. Selain itu, seorang pria yang mempunyai tato logo Pascha dapat masuk gedung secara gratis seumur hidup

Lihat juga: Foto dan Gambar Cara Meremas Payudara

 

2.  Villa Tinto, Antwerp – Belgia

prostitusi di belgium
Gerbang masuk Villa Tinto

Belgia mungkin terkenal dengan makanan waffle-nya dibandingkan dengan wanitanya, namun bisnis prostitusi di negara ini legal. Zona hiburan di negara ini dibentuk oleh pemerintah di tahun 2000 dan menjadi salah satu tempat prostitusi teraman dan terbersih di dunia.

Rumah bordil paling terkenal di kota Antwerp, Belgia, adalah Villa Tinto. Villa Tinto diberi julukan sebagai rumah bordil yang paling canggih akan teknologi dengan 51 kamar suite, brangkas untuk uang tunai, biometric scanner untuk identifikasi para pekerja, pos polisi di dalamnya, tombol panik di setiap bawah kasur untuk keamanan wanita, dan sebuah control room untuk mengawasi seluruh kegiatan. Terdapat juga tempat pijat dan klub penari telanjang yang menyajikan pertunjukan seks yang salah satunya pelanggan dapat membayar untuk menonton seekor kera menampar bokong seorang wanita telanjang.

Pijat “full-service” bisa didapatkan dengan harga sekitar €60 atau Rp 950.000. Ada juga harga €2 atau Rp 40.000 saja untuk mendapatkan jasa selama 90 detik di salah satu pertunjukkan mengintip. Wanita Jendela atau wanita-wanita yang menjajakan diri didalam sebuah etalase atau jendela rumah didapatkan dengan harga €50 atau sekitar Rp 800.000 untuk 15 menit dan pengunjung dapat membayar lebih untuk tambahan ciuman atau tidak memakai kondom. Wanita-wanita tersebut sangatlah diatur oleh pemerintah, namun tidak bagi para wanita-wanita yang menjajakan diri di jalan.

Tahukah kamu: Sebenarnya, 70% pekerja prostitusi yang bekerja di Belgia adalah wanita-wanita asal Bulgaria.

 

1.  De Wallen, Amsterdam – Belanda

prostitusi di belanda
De Wallen ramai dikunjungi saat hari mulai petang.

De Wallen adalah standard tertinggi bagi tempat prostitusi di dunia. Karena regulasi pemerinta Belanda, De Wallen menjadi tempat prostitusi yang aman, bersih, dan paling efisien dibandingkan tempat prostitusi lainnya. Tempat ini adalah area turis yang sangat besar sehingga banyak terdapat pejalan kaki. Para wanitanya di tampilkan di setiap jendela dari lantai satu sampai jedela atap dan selalu merayu para pengunjung. Saat seorang pengunjung tertarik, negosiasi biasanya dilakukan di pintu depan rumah.

Sama seperti tempat prostitusi di Eropa lainnya, harga wanita di sini sekitar €50 atau sekitar Rp 800.000 untuk 15 menit, meski ada pengunjung berhasil nego harga murah sebesar €44 atau sekitar Rp 700.000. Perhitungan waktu dimulai saat pengunjung sudah memasuki ruangan. Perlu diingat bagi para pengunjung untuk selalu menjelaskan dengan detail service yang diinginkan saat negosiasi di pintu. Wanita-wanita di sini akan memeras para turis yang tidak memberikan penjelasan detail dengan alasan pembayaran ekstra untuk tambahan-tambahan seperti berganti posisi saat berhubungan. Jadi, selalu ingat untuk memberikan order yang spesifik.

Tahukah kamu: Amsterdam adalah satu-satunya kota di dunia yang memiliki patung perunggu untuk menghargai para pekerja prostitusi. Dengan judul “Belle”, patung tersebut berbentuk seorang wanita yang berdiri di tengah-tengah sebuah pintu masuk dengan plakat bertuliskan “Hormati Pekerja Seks di Seluruh Dunia.”

Lihat juga: Festival Seks Terbesar di Dunia Salah Satunya di Indonesia

 

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *