Duta besar RI : empat mahasiswa Indonesia, akan dipastikan pulang hari ini, Mesir

84 Views

Duta Besar RI untuk Republik Arab Mesir Helmy Fauzi memastikan empat
mahasiswa Indonesia pulang ke Indonesia hari ini, Sabtu (8/7). Empat
mahasiswa ini ditangkap lantaran diduga menjadi korban radikalisasi.
Mereka dituduh berguru pada suatu kelompok yang diduga menyebarkan
ideologi garis keras.

Empat mahasiswa ini lantas ditahan aparat
keamanan Mesir sejak 6 Juni lalu. Keempatnya dijadwalkan tiba di Bandara
Soekarno-Hatta, Tangerang, besok, pukul 09.00 WIB. “Dalam proses
pemulangan ini keempat mahasiswa tersebut akan didampingi KBRI Kairo,”
kata Helmy melalui keterangan tertulis yang diterima vegasmagz hari ini.

Meski
demikian, hingga saat ini Kedutaan Besar RI di Kairo belum pernah
menerima pemberitahuan resmi dari Pemerintah Mesir mengenai latar
belakang dan alasan penangkapan keempat mahasiswa tersebut. Padahal,
pihak KBRI telah beberapa kali melayangkan nota diplomatik ke Mendagri
Mesir dan beberapa instansi terkait di Mesir.



Mahasiswa Al-Azhar

Empat mahasiswa yang ditahan itu adalah Rifai Mujahidin al Haq, Adi Kurniawan, Achmad Affandy Abdul Muis dan Mufqi Al Banna. Keempatnya terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Al Azhar, Kairo dan memiliki izin tinggal yang sah.

Kabar penangkapan ini pertama kali didapat KBRI Kairo melalui Hotline KBRI dari Rifai. Rifai yang merupakan mahasiswa asal Balikpapan, ditahan bersama dua temannya, yakni Adi asal Bandung, dan Achmad asal Lampung.

KBRI tak menyebutkan secara rinci nama organisasi dan para petinggi agama yang dituduh mengajarkan
radikalisme pada keempat mahasiswa tersebut. Namun, melalui situs
resminya, KBRI menyatakan hasil kajian tidak mengindikasikan ada
pemikiran radikal pada kelompok tersebut.

“Dananya secara resmi juga berasal dari Arab Saudi yang merupakan mitra
terdekat Mesir. Meskipun demikian memang ada imbauan dari syekh besar
Al-Azhar bahwa bagi para mahasiswa Al-Azhar harus belajar dan mengaji
hanya dengan para syekh dari universitas tersebut,” demikian pernyataan
tertulis KBRI Kairo pada 4 Juli lalu.

Sebelumnya, KBRI Kairo
sempat menerima laporan bahwa mahasiswa Indonesia lainnya, Mufqi. Ia
ditahan pada pertengahan Juni di Kepolisian Sektor Aga Provinsi El
Dakahlia. Kota ini terletak sekitar 15 kilometer dari Kota Mansourah.
Menurut kabar, Mufqi juga ditangkap dengan alasan serupa.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *