HEWAN HEWAN INI DIADU DEMI KESENANGAN MANUSIA

69 Views

Anjing dulu adalah hewan yang lazim untuk dipertarungkan hingga akhirnya dilarang sama sekali [Image Source]

1. Ayam

Aduan ayam adalah olahraga berdarah yang sangat terkenal di
Indonesia. Seperti yang sudah kamu ketahui, mekanisme pertarungan ini
adalah dengan mengadu ayam jantan atau jago dewasa. Pemenangnya
ditentukan jika salah satu ayam sudah menunjukkan ketakutan terhadap
lawan, hingga yang paling parah adalah kematian salah satu kontestan.
Aktivitas yang juga dikenal dengan sabung ayam ini sudah dikenal sejak
dulu, dan jadi kegiatan favorit masyarakat.

Permainan ini dulu begitu merakyat. Namun, kini sudah tidak lagi dilakukan lantaran dianggap menyakiti hewan [Image Source]Permainan ini dulu begitu merakyat. Namun, kini sudah tidak lagi dilakukan lantaran dianggap menyakiti hewan Karena
dinilai menyakiti hewan, akhirnya kegiatan ini dilarang sepenuhnya.
Meskipun di beberapa tempat hal ini masih terus dilakukan. Permainan ini pun seringkali menjadi ajang taruhan. Tak hannya bertaruh di dunia nyata, namun permainan ini semakin ramai dipertaruhkan di dunia maya. Contohnya salah satu situs judi terpercaya di Indonesia yang bernama vegasidr.com. Situs judi ini memiliki layanan pertaruhan sabung ayam.

Permainan berdarah ini sendiri pertama kali di lakukan di tahun
1521 di Inggris yang tujuannya untuk hiburan bagi raja.

2. Ikan Cupang/Betta

Ikan Cupang tak hanya terkenal karena warnanya yang super cantik dan
bentuk siripnya yang beraneka ragam, tapi juga sifat agresifnya yang
bikin kagum. Ikan cantik satu ini memang sangat pemarah ketika
dihadapkan dengan satu sama lain, khususnya bagi para pejantan. Alhasil,
hewan ini pun juga sering dipertarungkan dengan tujuan untuk
senang-senang.

Ikan cantik ini juga jadi korban dari egoisme manusia yang haus akan hiburan [Image Source]Ikan cantik ini juga jadi korban dari egoisme manusia yang haus akan hiburan Pertarungan
dilakukan dengan cara yang sederhana, yakni menyatukan dua pejantannya
dalam satu tempat. Kemudian mereka akan bertarung lewat saling gigit dan
merobek tubuh musuhnya. Pertarungan baru berakhir ketika salah satu
ikan sudah menyerah alias kabur ketika didekati ikan yang lain.
Aktivitas ini juga seringkali dilakukan di Indonesia. Bahkan mayoritas
anak-anak yang melakukannya. Meskipun terkenal super agresif, tapi
pejantan ikan cupang ternyata bisa hidup dengan nyaman ketika bersama
beberapa ikan betina.

3. Jangkrik

Serangga yang sering dijadikan pakan burung ini juga seringkali diadu
hanya untuk kesenangan yang sebentar. Pertarungannya sendiri hanya
dikhususkan untuk jangkrik jantan dengan cara pertarungan konvensional,
alias disatukan di tempat yang sama dan kemudian dibiarkan berkelahi
sampai salah satunya menyerah. Aduan jangkrik ini bisa dibilang kejam,
pasalnya baik menang atau kalah, mereka akan rusak tubuhnya. Bisa kaki
putus, isi perut keluar, sampai kematian.

Mau menang atau kalah jangkrik aduan akan sama-sama mengalami luka yang parah [Image Source]Mau menang atau kalah jangkrik aduan akan sama-sama mengalami luka yang parah Aduan
jangkrik ini bukan cuma ada di Indonesia saja, tapi juga cukup marak di
China. Bahkan negara tirai bambu tersebut punya turnamen sendiri berupa
pertarungan-pertarungan yang dibedakan di tiap-tiap kelas. Hadiahnya
juga lumayan besar. Sayangnya, aksi ini kerap disusupi dengan judi.
Seperti sabung ayam, para penikmatnya akan bertaruh sejumlah uang untuk
memilih salah satu jagoan.

4. Anjing

Meskipun predikatnya adalah sahabat terbaik manusia, anjing sendiri
juga seringkali diadu satu sama lain. Lagi-lagi tujuannya hanya untuk
manusia bisa bersenang-senang saja. Pertarungan anjing ini sangat
terkenal di awal abad 18 hingga 19.

Anjing dulu adalah hewan yang lazim untuk dipertarungkan hingga akhirnya dilarang sama sekali [Image Source]Anjing dulu adalah hewan yang lazim untuk dipertarungkan hingga akhirnya dilarang sama sekali Cara
bermainnya sendiri cukup simpel. Yakni dengan memasukkan dua anjing ke
dalam pit atau arena pertarungan. Pemenangnya sendiri ditentukan ketika
salah satu anjing sudah takut dengan lawannya, atau keluar dari arena.
Fakta mirisnya, seringkali anjing yang kalah ini dibunuh di tempat oleh
pemiliknya.
Perkembangan aduan anjing ini ternyata melebihi ekspektasi. Alih-alih
hanya untuk kesenangan, ternyata si anjing agresif yang dilatih untuk
bertarung tersebut juga dipakai untuk melakukan aksi kriminal. Hal ini
pernah terjadi di Amerika beberapa tahun lalu dan pelakunya adalah para
gangster. Untungnya saat ini kegiatan menyakiti hewan tersebut sudah
sama sekali dilarang. Ketika seseorang ketahuan melakukannya, maka sudah
pasti akan dihukum.

5. Laba-Laba

Di Indonesia pertarungan laba-laba mungkin hal yang jarang ditemui,
namun di beberapa negara seperti Singapura, Filipina dan Jepang,
permainan ini sudah sangat lumrah. Pertarungannya sendiri berbeda dari
yang lainnya di daftar ini karena juga melibatkan si betina.

Bahkan laba-laba juga jadi korban manusia untuk diadu [Image Source]Bahkan laba-laba juga jadi korban manusia untuk diaduPertarungan
laba-laba ini punya keunikan tersendiri dibandingkan yang lain.
Misalnya arena pertarungan yang hanya dibuat dari batang kayu yang
diposisikan horizontal. Kemudian laba-laba pun pertemukan di tempat ini
dan mereka akan bertarung habis-habisan. Sama seperti permainan aduan
yang lain, hanya ketika salah satu ketakutan dan mati baru permainan
dianggap selesai. Hadiahnya bagi pemenang sendiri kadang adalah dengan
memakan lawan yang tadi.
Aktivitas ini juga dilarang karena menanamkan pesan yang buruk
terutama kepada anak-anak. Alasan lain juga karena permainan ini
disusupi perjudian hingga akhirnya dianggap aktivitas ilegal.

6.Domba

Domba pada mayoritas masyarakat agraris di Tatar Pasundan merupakan
jenis hewan ternak yang biasanya dimiliki selain sapi, ayam, dan bebek.
Hewan ini selain digembalakan untuk memanfaatkan keberlimpahan rumput
juga berguna sebagai penghasil pupuk organik yang dapat
diinstensifikasikan penggunaannya pada upaya penyuburan ladang atau
kebun rumahan pada umumnya. Selanjutnya, dalam sejarahnya domba sebagai
hewan domestik masyarakat agraris ini kemudian berkembang menjadi seni
tradisi adu ketangkasan.

Hikayatnya, sejarah tradisi seni ketangkasan domba Garut ini berawal
dari masa pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa sekitar tahun 1815-1829,
ia sering berkunjung ke sejawat perguruannya bernama Haji Saleh yang
mempunyai banyak domba. Sebagai sesama pemilik dan pecinta hewan domba,
ia meminta salah satu domba sahabatnya yang dinamai Si Lenjang untuk dikawinkan dengan domba yang ada di Pendopo Kabupten yang bernama Si Dewa. Lenjang dan Dewa beranak Si Toblo,
yang kemudian beranak-pinak menghasilkan keturunan domba Garut yang
dikhususkan hanya sebagai hewan pada pentas seni adu tangkas yang
berbeda dengan hewan domestik domba umumnya.

Kualifikasi dan perawatan keseharian domba khusus adu tangkas ini pun
lebih tertata dan terawat. Makan, minum, hingga kesehatannya dijaga.
Hingga umumnya, domba jenis ini mempunyai fisik yang kekar dengan berat
sekitar 60-80 Kg, tanduk baplang (besar seperti kumis pria yang melebar), warna bulu kebanyakan putih dan telinga ngagiri.
Perkembangan selanjutnya dari pemeliharaan domba garut mengarah pada
dua sasaran utama, yaitu sebagai penghasil daging dan untuk kesenangan
atau hobi, selain hewan domestik pendukung pertanian masyarakat agraris
umumnya.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *