Membandingkan E-Liquid Indonesia Dengan E-Liquid Malaysia

49 Views
Image result for liquid vape

Mari kita adu jotos e-liquid buatan Indonesia dengan buatan Malaysia.
Saya menggunakan 3 parameter untuk mengukur kualitas e-liquid. Perlu saya tekankan bahwa tulisan ini adalah personal opinion / pendapat saya selaku salah satu vapers aktif.
1. Karakteristik Nikotin
Kebanyakan e-liquid Indonesia tidak mengandung nikotin. Hal ini sangat di sayangkan mengingat banyak sekali vapers aktif di Indonesia. Walaupun baru-baru saja pemerintah menghentikan peredaran personal vaporizer a.k.a rokok elektrik, tetap saja pertumbuhan vapers semakin besar setiap harinya.
Banyaknya e-liquid Indonesia tanpa nikotin membuat anak dibawah umur yang belum 18 tahun bisa mencoba vaping. Padahal, apabila mengandung nikotin maka anak dibawah umur tidak akan sanggup dripping karena terkena throat-hit. Hal ini harusnya jadi pertimbangan pembuat e-liquid lokal, dan tetap ingat bahwa jangan menjual kepada anak dibawah umur.
Dari segi karakteristik nikotin e-liquid Indonesia, jika dibandingkan dengan e-liquid malaysia maka bisa disimpulkan bahwa karakteristik nikotin e-liquid lokal kebanyakan kurang smooth. Ada yang sangat keras, ada juga yang lembut.
Proses steeping merupakan pemicu keras-lembutnya karakteristik nikotin.
Skor Sementara: Indonesia 0 – Malaysia 1
2. Sensasi Rasa Inhale dan Exhale
Bagi vapers yang pernah mencoba e-liquid Victus Vault (e-liquid Indonesia, sengaja gak sensor nama), pasti akan mengatakan bahwa sensasi inhale dan exhalenya ‘kena’ banget. Well, e-liquid VV telah menjadi salah satu e-liquid kebanggaan Indonesia yang bisa disetarakan dengan e-liquid buatan negeri paman sam.
Bagaimana dengan sensasi inhale-exhale buatan Malaysia? Rata-rata e-liquid mereka tidak semantap e-liquid premium Indonesia (disetarakan).
Skor Sementara: Lokal 1 – Impor 1
3. Harga
Nah, dari sisi harga maka bisa di dapat siapa pemenang dari adu-jotos e-liquid kali ini. Hal menarik dari e-liquid Indonesia adalah harga yang lebih murah dari e-liquid Malaysia. Faktor seperti kualitas flavor, nikotin, botol, stiker dan sebagainya agaknya menjadi pertimbangan bagi brewer e-liquid sebelum mematok harga untuk hasil kreasinya.

Untuk harga, tentu e-liquid Indonesia akan menang karena tanpa adanya biaya impor (terkecuali brewer membeli bahan dari luar negeri), maka harga yang di patok bisa di maksimalkan murahnya.

Skor Total: 2 – 1

Kesimpulan

E-liquid Indonesia sekarang berkembang begitu pesat, dengan hadirnya banyak sekali varian e-liquid yang bisa di cicipi para vapers.
Walaupun salah satu permasalahan e-liquid Indonesia yaitu hidung lebih mudah / cepat basah,

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *