Perjalanan Dan Capaian Pemain Asia Tersukses Di Manchester United

147 Views

Salah satu pembuka jalan bagi pemain-pemain Asia yang bermain di Premier League adalah Park Ji-Sung. Pada 14 Mei 2014, ia menyatakan pensiun dari dunia sepakbola.
Jalan terjal dilalui Park Ji-Sung, Banyak krikil yang menghambat perjalanan Ji-Sung. Mulai dari budaya, cara main, fisik hingga gaya supporter. Hingga pada akhirnya Ji-Sung dapat menorehkan banyak prestasi. Dari juara liga belanda, liga inggris hingga liga champions.

Berawal dari penampilan Park Ji-sung di Piala Dunia 2002 memukau masyarakat Korea Selatan. Ji-sung yang kala itu masih membela Kyoto Purple Sanga, diajak Hiddink yang baru ditunjuk sebagai pelatih PSV Eindhoven.

Ji-sung sendiri tak langsung menerima tawaran tersebut. Bermain di Liga Jepang sudah terlanjur membuatnya nyaman. Selain itu, perbedaan budaya antara Asia dan Eropa bisa saja meruntuhkan kariernya. Tawaran tersebut baru diterima Ji-sung enam bulan kemudian atau pada Januari 2003. Bersama koleganya di timnas Korea, Lee Young-pyo, Ji-sung memulai perjalanannya di Eropa. PSV Eindhoven adalah klub pertama Ji-Sung di benua biru. Bersama PSV Eindhoven, dua trofi Eredivisie berhasil diraih oleh Three Lungs Park
.

Image result for ji sung psv

Namun perjuangan Ji-Sung tidak berlangsung mulus, masalah demi masalah muncul. Berbeda dengan Young-pyo yang sudah nyetel di lini serang, Ji-sung malah lebih banyak diparkir karena cedera. Beban yang ada di pundak Ji-sung kian besar. Apalagi ia lagi-lagi dianggap sebagai “pemain titipan” karena dibawa oleh Hiddink.

Penampilan Ji-sung tak membaik terlebih ketika ia memutuskan untuk menahan nyeri di lututnya. “Kalau aku dioperasi saat itu juga, mungkin tak masalah. Namun, aku membiarkannya dan berusaha sebaik mungkin. Saat lututku terasa sakit, aku tak pernah bisa menunjukkan yang terbaik dan terus-teusan kesakitan karena lututku itu,” ucap Ji-sung.

Para penonton pun tak lagi senang melihat penampilan Ji-sung. Mereka meneriaki Ji-sung setiap kali ia membawa bola. “Aku merasa boo yang mereka teriakkan lebih kencang kepadaku ketimbang ke pemain lawan,” kata Ji-sung.

Itu adalah masa-masa sulit Ji-sung di Eropa. Ia bahkan memilih tidak keluar rumah karena takut bertemu penggemar yang tidak puas.

“Setiap bola datang kepadaku, aku selalu merasa takut. Itulah pertama kalinya aku ingin berhenti bermain bola,” ucap duta Manchester United tersebut.

Namun, Ji-sung tak menyerah. Ia beradaptasi dengan sepakbola Eropa yang tidak sekadar diperlukan kecepatan dan stamina, tetapi juga kekuatan fisik. Ia melatih dirinya di gym dan memulihkan cedera lututnya.

Sekian waktu berselang, ejekan di stadion berubah menjadi kekaguman. Ji-sung mulai nyetel dengan tim dan berpartisipasi dalam setiap kemenangan PSV. Tak perlu waktu lama buat Ji-sung untuk mendapatkan perhatian dari Eropa.

Saat pertandingan menghadapi Lyon di Liga Champions, ada seseorang yang duduk mengamati dengan penuh seksama di tribun. Orang itu adalah Sir Alex Ferguson yang begitu berminat terhadap permainan enerjik Ji-sung. “Dia memiliki pemahaman yang baik tentang ruang,” ucap Sir Alex.

Usai pertandingan tersebut, Sir Alex pun bertemu dengan Ji-sung. Keduanya saling bicara. “Kami bicara banyak waktu itu. Namun, saya tak mengerti bahasa Inggris. Kami bicara tapi aku tak mengerti apa-apa,” ingat Ji-sung.

Seingat Ji-sung, Fergie kira-kira bicara kalau ia memboyong Ruud van Nistelrooy dari PSV dan ia bermain baik di Manchester United. Fergie pun ingin kalau Ji-sung melakukan hal yang sama.

Pada Juli 2005, Ji-sung resmi direkrut Manchester United. Di sana puncak popularitas telah menunggunya.

Bersama Manchester United. Trofi pun bertaburan ketika membela The Reds Devil dengan 4 trofi Premier League dan 1 trofi Champions League dari 11 total trofi yang diraihnya.
 
Image result for ji sung ferguson champions

 7 tahun berkostum United, Queens Park Ranger pun meminangnya. 25 penampilan diberikan oleh Ji-Sung selama bermain di Loftus Road Stadium. Namun, The Hoops terpaksa terdegradasi pada musim Ji-Sung bermain.
 
Image result for ji sung qpr 

Musim yang buruk bersama QPR diakhirinya dengan hengkang sebagai pemain pinjaman ke klub lamanya, PSV Eindhoven. 2 gol berhasil ia sarangkan selama di Eindhoven dalam 27 penampilan.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *