Polis berhasil bekuk Pelakuu penganiayaan 2 bocah perempuan di tasikmalaya

92 Views

Berawal dari sebilah golok, Polisi berhasil mengungkap kasus penganiayaan terhadap dua bocah SD yang satu di antaranya tewas. Pelaku merupakan seorang anak berusia 15 tahun berinisial RA.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan Sabtu pagi (1/7/2017) sekitar pukul 09.00 WIB di kawasan Taman Makam Pahlawan Kota Tasikmalaya. 

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, anggota kita berhasil menangkap pelaku,” ujar Yusri via pesan singkat.

Yusri menuturkan, penangkapan terhadap RA berawal dari sebilah golok yang ditemukan tak jauh dari dua bocah penuh luka itu. Polisi menyelidiki asal muasal golok tersebut.

“Berdasarkan keterangan dari saksi bernama Dedi, bahwa temannya yakni pelaku membeli golok dari temannya yang lain. Setelah diperlihatkan golok tersebut, bahwa benar golok itu yang dibeli oleh pelaku seharga dua puluh ribu rupiah,” kata Yusri. 

Tim Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mendalami keterangan saksi dan temuan di TKP. Penggabungan keterangan saksi dan temuan di TKP mengarahkan polisi kepada tempat persembunyian pelaku hingga menangkap pelaku tanpa perlawanan.

Dia juga sudah mengakui perbuatannya,” katanya. 

Seperti diketahui, dua bocah perempuan ditemukan terluka parah di Sungai Cilose, Kota Tasikmalaya, Jumat (30/6) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Satu orang tewas dalam keadaan setengah telanjang dengan luka bacok di leher.

Korban tewas bernama Wanda (10), sementara korban lainnya Intan (11) ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di leher dan kepala. Keduanya merupakan warga Kecamatan Purbaratu. 



Kronologi Penganiyaaan : 

Kasus penganiayaan itu berawal saat ditemukannya dua bocah perempuan di Sungai Cilose, Kota Tasikmalaya, Jumat (30/6) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Satu orang tewas dalam keadaan setengah telanjang dengan luka bacok di leher. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mencokok pelaku tadi pagi, Sabtu (1/7/2017) sekitar pukul 09.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Kota Tasikmalaya.

“Alasannya dia kecewa karena sakit hati kepada paman korban tewas yang sering menghina dia sebagai pencuri,” kata Yusri via pesan singkat. 

RA sendiri diduga telah merencanakan aksi tersebut. Senjata tajam berupa golok yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya, didapat dengan cara membeli kepada temannya seharga Rp 20 ribu.

“Golok digunakan dengan sadis melakukan perbuatannya membacok secara tidak beraturan kepada kedua korban,” kata Yusri.

RA kini sudah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Tasikmalaya. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 80 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 351 ayat 2,3 Jo Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun bui.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang gagang dan pisaunya terpisah, batu kalo bercak darah, dua pasamg sandal jepit, potongan bambu bercak darah, dan beberapa helai rambut.

Dua bocah perempuan ditemukan terluka parah di Sungai Cilose, Kota Tasikmalaya, Jumat (30/6) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Satu orang tewas benama Wanda (10) dalam keadaan setengah telanjang dengan luka bacok di leher. Sementara korban lainnya Intan (11) ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di leher dan kepala. Keduanya merupakan warga Kecamatan Purbaratu. 

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *