Putra Pak Presiden (kaesang) Dituding melakukan penodaan agama

63 Views
vegasidr.com

Seorang pria berinisial MH melaporkan  seorang youtbers atau Anak Presiden Joko Wiododo, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi. 
Putra Presiden itu (Kaesang) dituding melakukan penodaan agama serta menyebarkan ujaran kebencian melalui video yang diunggah ke akun Youtube.
 Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimat Kaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni ‘dasar ndeso’.

“Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak
menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, ‘ndeso’. Begitulah
kira-kira,” ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur,
Rabu (5/7/2017).




Penelusuran vegasmagz, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep memang pernah mengunggah video blog pada 27 Mei 2017.

Dalam video berdurasi 2 menit 41 detik itu, awalnya Kaesang menyinggung soal ada oknum yang sukanya meminta-minta proyek pemerintah. Setelah itu, Kaesang juga menyinggung soal pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:


“Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja…. (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak “bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga”).

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini
mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat
disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar
menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N****
(sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).


Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk
mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus
bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi
terbaik yang kita punya.


Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja
sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu
domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa
namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena
perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N****
(sensor bunyi)

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong”

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

“(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan
Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut,”
ujar Iriawan.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *